Melalui kerjasamanya dengan Netflix, Garena kini menghadirkan mode dan kostum baru untuk game Free Fire. Dilansir dari Kompas, Liputan6, dan HEAD TOPICS Indonesia, menurut Produser Garena, Harold Teo, kolaborasi dibuat setelah mengetahui bahwa banyak gamer Free Fire yang merupakan fans berat dari serial Netflix yang bernama Money Heist.
Dia juga mengatakan bahwa kolaborasi ini ditujukan untuk menciptakan pengalaman tidak terlupakan untuk komunitas game Free Fire.
Baca juga : Samsung dan Microsoft Rilis Aplikasi Xbox Game Pass di Galaxy Note 20
“ Banyak dari kami di Garena, merupakan penggemar dari Money Heist, begitu juga dengan jutaan pemain kami di seluruh dunia. Kami sangat senang dapat menghadirkan kerjasama ini bagi komunitas Free Fire, dan kami harap seluruh pemain, juga sama senangnya," kata Teo.
Melalui kolaborasi ini Garena juga membawakan mode baru bagi para pemain Free Fire. Mode itu adalah mode 4 lawan 4 yang termasuk dalam update bertajuk " Plan Bermuda ".
Dalam mode yang mengusung mekanisme permainan yang mirip inti cerita di serial Money Heist, yakni merampok uang tersebut pemain akan saling berlomba di masing - masing tim untuk mengumpulkan uang kertas paling banyak hingga waktu habis. Disisi lain pemain juga perlu mengaktifkan mesin pencetak uang (Money Printer) yang akan diletakkan di lokasi yang telah ditentukan pada seluruh peta.
Mesin itu bisa diaktfikan dengan mendudukinya dan mempertahankan daerah sekitarnya. Lalu mesin itu akan mencetak uang kertas untuk dikumpulkan oleh tim.
Nantinya tim pertama yang berhasil mencapai jumlah target uang kertas selama waktu yang ditentukan akan menang.
Pihak Garena melalui Instagram mengkonfirmasi bahwa event kolaborasi Free Fire dengan Money Heist akan digelar pada bulan September 2020. Tetapi untuk saat ini masih belum diketahui tanggal pastinya.
Sinopsis Money Heist
Sekedar info bagi kamu yang tidak tahu Money Heist, serial ini merupakan serial yang tayang pertama kali pada tahun 2017 dan bercerita mengenai aksi ' mastermind ' yang dikenal dengan ' The Professor ' (Alvaro Morte) dalam melakukan perampokan terbesar dalam sejarah Spanyol.
Sumber gambar sampul : Kompas
Sumber gambar pada artikel : Liputan6
