Kamis, 10 September 2020

Belajar Otodidak, Kurniawan Buat Aplikasi Toko Online untuk Bantu UMKM

Belajar Otodidak, Kurniawan Buat Aplikasi Toko Online untuk Bantu UMKM


Belajar Otodidak, Kurniawan Buat Aplikasi Toko Online untuk Bantu UMKM

Dilansir dari Liputan6, seorang pemuda asal Surabaya, Jawa Timur yang bernama Akhmad Ghofarudi Kurniawan (23) menciptakan platform JustApp untuk mendorong para pelaku Usaha Mikro, Kecil hingga Menengah (UMKM) untuk membuat toko onlinenya sendiri di tengah pandemi Covid 19.

Baca jugaTomTom Luncurkan Aplikasi Navigasi di Huawei AppGalery

Platform ini diyakini akan mampu memudahkan seseorang dalam menyelesaikan tugas hariannya dalam membuat toko online sendiri sehingga meningkatkan efek positif pada pertumbuhan perusahaan.

Pemuda yang akrab disapa Iwan ini mengatakan, "JustApp berkomitmen untuk menghadirkan teknologi dalam membantu peningkatan produktifitas perusahaan. Kami mencoba untuk memberi solusi dengan menghadirkan tools pembuatan aplikasi yang mudah dan cepat,"

Dia juga mengaku bahwa dirinya ingin membantu perkembangan UMKM. Sejak enam tahun lalu dia telah membuat terobosan agar para pelaku UMKM dapat go-digital. Saat ini Iwan telah memiliki platformnya sendiri. Para pelaku UMKM dapat dengan mudah mempunyai aplikasi tanpa perlu bergantung pada marketplace besar.

Sejak tahun 2011 lalu pemuda yang juga merupakan pengembang aplikasi Kampung Tangguh Semeru milik Polda Jatim ini telah tertarik dengan dunia IT. Akan tetapi tidak ada pihak yang mengajarinya dan dia juga tidak sekolah maupun kuliah di jurusan IT.

Dia juga mengaku bahwa dia belajar secara otodidak. Dia berkata, "Sering browsing di internet soal cara pembuatan aplikasi,"

Dulunya, dia sempat membuat website. Lebih tepatnya pada tujuh tahun lalu. Sambil membuat website dia juga belajar mengenai koding.

Dan pada tujuh tahun lalu itu dia juga sempat membuat aplikasi untuk sistem operasi OS Android dan iOS Apple. Aplikasi pertama yang dibuatnya bernama livescore.

Iwan sendiri mengatakan bahwa aplikasi tersebut memang sederhana. Fungsinya sendiri hanya untuk menampilkan skor pertandingan bola dari berbagai negara di dunia.

Karena jumla user aplikasinya yang bahkan mencapai 4 juta, Iwan menjadi lebih tertantang untuk membuat aplikasi lainnya. Lalu pada tahun 2014 dia membuat aplikasi toko online versi Android. Modelnya seperti marketplace yang menampung banyak pedagang kecil.

Namun yang menjadi masalah pada tahun itu tidak banyak pengguna ponsel Android. Kala itu yang masih tren adalah BlackBerry yang sistem operasinya lebih rumit. Para pelaku UMKM pun juga masih memanfaatkan website dan media sosial.




Sumber gambar sampul : Tribun Jatim

Disclaimer: Gambar, artikel atau video yang ada di situs ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak cipta dimiliki sepenuhnya oleh sumbernya. Jika ada masalah mengenai hal ini, Anda dapat menghubungi kami melalui menu kontak